{"id":968,"date":"2013-03-06T18:15:49","date_gmt":"2013-03-06T18:15:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/?p=968"},"modified":"2013-03-06T18:15:49","modified_gmt":"2013-03-06T18:15:49","slug":"plc-siemens-s7-200-for-advance-task","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/?p=968","title":{"rendered":"PLC Siemens S7 200 for Advance Task"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PLC Siemens S7 200&nbsp; ialah PLC <em>compact <\/em>dengan kemampuan dasar. Meski demikian PLC ini juga dapat digunakan untuk tugas &#8211; tugas yang sifatnya <em>advance<\/em> (bukan hanya urutan\/proses sekuensial saja). Saya mencoba mendaftarkannya di posting ini (sekaligus merupakan materi <a href=\\\"http:\/\/trainingplc.wordpress.com\/jadwal-pelatihan\/\\\" target=\\\"_blank\\\">pelatihan PLC lanjut<\/a> yang saya berikan di IATC)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut ini gambaran sederhana dan penjelasannya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\\\"wp-block-image aligncenter\\\"><a href=\\\"http:\/\/learnautomation.wordpress.com\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/plc-siemens-for-advance.jpg\\\"><img src=\\\"http:\/\/learnautomation.wordpress.com\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/plc-siemens-for-advance.jpg\\\" alt=\\\"plc siemens for advance\\\" class=\\\"wp-image-1049\\\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"\\&quot;has-text-align-center\\&quot; wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Menerima dan menghasilkan sinyal analog<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menerapkan PLC pada sistem analog, mula &#8211; mula harus dipahami dulu karakteristik dan konfigurasi modul analog input\/output pada PLC Siemens S7 200 (misalnya menggunakan EM 235). Selain itu, <em>analog addressing<\/em> pada S7 200 dengan tipe data&nbsp;<em>byte, word, double word<\/em> juga harus dipahami.<\/p>\n\n\n\n<!--more-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Mengolah data analog untuk kebutuhan kontrol<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah data analog diterima, sering data tersebut harus dipindahkan dulu dengan instruksi <em>data transfer (move). <\/em>Kemudian dilakukan proses manipulasi data berupa perubahan ke tipe data yang lain (<em>convert<\/em>), operasi perbandingan (<em>compare<\/em>), operasi matematis untuk kebutuhan penskalaan atau penggunaan rumus matematika tertentu (<em>math integer, floating point integer<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. Memahami <em>program control <\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika <em>ladder diagram <\/em>yang dibuat sederhana, maka satu program pada <em>main <\/em>saja sudah cukup. Namun bagaimana jika program kompleks dan sering kali mengulang bagian kecil program yang sama? <em>Subroutine<\/em> bisa digunakan di sini. Bagaimana supaya sistem merespons dengan segera jika ada kondisi <em>urgent<\/em>? <em>Interru<\/em><em>pt&nbsp;<\/em>bisa dimanfaatkan di sini. Selain itu juga terdapat pengaturan <em>flow program<\/em> yang lain supaya pemrograman lebih efisien dan mudah dipahami.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">4. Membaca <em>real time clock<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam suatu proses, ada kalanya dibutuhkan penggunaan variabel waktu. Misalnya lampu taman harus mati setiap jam 5 pagi dan harus menyala setiap jam 5 sore secara otomatis. Untuk itu RTC pada S7 200 harus diaktifkan dan dimanfaatkan (RTC built in pada S7 200 tipe CPU 224 ke atas).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">5. Membaca <em>rotary encoder <\/em>dengan instruksi<em> high speed counter<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Rotary encoder<\/em> adalah salah satu jenis sensor yang memiliki frekuensi tinggi. Untuk membaca encoder pada PLC tidak cukup menggunakan input biasa dan instruksi <em>counter<\/em> pada umumnya. Pada S7 200 harus dilakukan konfigurasi input dan instruksi <em>high speed counter<\/em> untuk membacanya. PLC jenis lain mungkin memerlukan sebuah modul eksternal untuk membaca <em>encoder<\/em> tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">6. Penerapan kontroler PID<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">S7 200 tidak hanya dapat mengendalikan proses sekuensial, namun mulai merambah juga proses <em>regulatory <\/em>meski dalam skala kecil (terbatas). PLC ini dilengkapi dengan blok instruksi kontroler PID (termasuk <em>autotuning<\/em>-nya) sehingga PLC dapat difungsikan sebagai pengendali closed loop, misalnya untuk mengendalikan kecepatan motor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikian sekilas kemampuan lanjutan PLC Siemens S7 200, semoga mendorong Anda untuk terus bereksplorasi!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PLC Siemens S7 200&nbsp; ialah PLC compact dengan kemampuan dasar. Meski demikian PLC ini juga dapat digunakan untuk tugas &#8211; tugas yang sifatnya advance (bukan hanya urutan\/proses sekuensial saja). Saya mencoba mendaftarkannya di posting ini (sekaligus merupakan materi pelatihan PLC lanjut yang saya berikan di IATC) Berikut ini gambaran sederhana dan penjelasannya. 1. Menerima dan &#8230; <a title=\"PLC Siemens S7 200 for Advance Task\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/?p=968\" aria-label=\"Read more about PLC Siemens S7 200 for Advance Task\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1049,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"single-with-sidebar","format":"standard","meta":{"_kadence_starter_templates_imported_post":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[64],"class_list":["post-968","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-plc-tutorial","tag-plc-siemens"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/plc-siemens-for-advance.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/968","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=968"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/968\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1049"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=968"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=968"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=968"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}