{"id":796,"date":"2011-10-18T09:04:56","date_gmt":"2011-10-18T09:04:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/?p=796"},"modified":"2011-10-18T09:04:56","modified_gmt":"2011-10-18T09:04:56","slug":"aplikasi-terdistribusi-wonderware-intouch-pada-jaringan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/?p=796","title":{"rendered":"Aplikasi Terdistribusi Wonderware InTouch pada Jaringan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain diterapkan pada aplikasi <em>stand alone<\/em>, Wonderware InTouch dapat juga digunakan sebagai aplikasi yang terdistribusi pada suatu jaringan. Sehingga Anda bisa menampilkan 1 aplikasi InTouch di beberapa komputer sekaligus dalam suatu jaringan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah berdiskusi dengan mas <a href=\\\"http:\/\/tonnyleonard.wordpress.com\/\\\" target=\\\"_blank\\\">Tonny Leonard<\/a>, saya bisa menerapkannya saat memberi pelatihan minggu lalu. Berikut ringkasannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Arsitektur jaringan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam membangun aplikasi Wonderware InTouch yang terdistribusi, ada 3 buah pilihan arsitektur yang dapat digunakan :<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"\\&quot;wp-block-list\\&quot; wp-block-list\">\n<li>Client based architecture<\/li>\n\n\n\n<li>Server based architecture<\/li>\n\n\n\n<li>Network Application Development (NAD)<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pihak Wonderware sendiri mengklaim bahwa pendekatan NAD adalah yang paling lengkap, namun untuk alasan kesederhanaan kita akan menggunakan <em>client based architecture<\/em>. Berikut ini arsitektur yang saya gunakan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\\\"wp-block-image aligncenter\\\"><a href=\\\"http:\/\/learnautomation.wordpress.com\/wp-content\/uploads\/2011\/10\/scad-distributed-app.jpg\\\"><img src=\\\"http:\/\/learnautomation.wordpress.com\/wp-content\/uploads\/2011\/10\/scad-distributed-app.jpg\\\" alt=\\\"\\\" title=\\\"SCAD distributed app\\\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"\\&quot;has-text-align-center\\&quot; wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Client-based Architecture<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam arsitektur ini, masing &#8211; masing komputer yang ingin menampilkan suatua aplikasi InTouch harus diinstall secara penuh. Jika memungkinkan setiap aplikasi juga memiliki I\/O Server sendiri &#8211; sendiri. Sehingga arsitektur ini memiliki kelebihan <em>redundancy, <\/em>sehingga jika salah 1 komputer bermasalah\/mati sistem tidak akan terganggu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun dalam penerapan yang saya lakukan, hanya 1 komputer utama yang terhubung dengan PLC fisik melalui komunikasi serial RS 232. Sehingga untuk data I\/O, komputer lain (sebagai client) perlu \\&#8221;meminta\\&#8221; pada komputer utama tersebut (sebagai server). Akibatnya perlu dilakukan <em>remote tag referencing<\/em> yaitu melakukan pembacaan pada tag yang berada di lokasi lain dalam suatu jaringan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em><strong>Remote Tag Referencing<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu cara untuk melakukan <em>remote tag referencing<\/em> ini ialah pada konfigurasi <em>Access Name<\/em> suatu I\/O tag komputer <em>client<\/em>, dimana pada bagian <em>Node name<\/em> harus kita isi dengan nama komputer server yang mengakses PLC. Pada aplikasi <em>stand alone<\/em>, bagian ini kita kosongi karena operasi berjalan secara lokal saja. Hanya dengan langkah ini, normalnya Anda sudah bisa mengakses I\/O <em>tag<\/em> di komputer <em>server<\/em> dari komputer <em>client<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal lain yang harus Anda perhatikan ialah untuk komputer <em>Client<\/em> harus menggunakan protokol <em>SuiteLink <\/em>(bukan DDE), sedang komputer <em>Server <\/em>bisa menggunakan keduanya. Selain itu, komputer &#8211; komputer yang digunakan harus berada dalam 1 jaringan atau <em>workgroup<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Sumber : InTouch HMI Application Management and Extension Guide, <em>InTouch HMI Data Management Guide<\/em><br>\n<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selain diterapkan pada aplikasi stand alone, Wonderware InTouch dapat juga digunakan sebagai aplikasi yang terdistribusi pada suatu jaringan. Sehingga Anda bisa menampilkan 1 aplikasi InTouch di beberapa komputer sekaligus dalam suatu jaringan. Setelah berdiskusi dengan mas Tonny Leonard, saya bisa menerapkannya saat memberi pelatihan minggu lalu. Berikut ringkasannya. Arsitektur jaringan Dalam membangun aplikasi Wonderware InTouch &#8230; <a title=\"Aplikasi Terdistribusi Wonderware InTouch pada Jaringan\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/?p=796\" aria-label=\"Read more about Aplikasi Terdistribusi Wonderware InTouch pada Jaringan\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":799,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"single-with-sidebar","format":"standard","meta":{"_kadence_starter_templates_imported_post":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[39],"tags":[84,60],"class_list":["post-796","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-scada-hmi-tutorial","tag-jaringan-komputer","tag-wonderware-intouch"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/wp-content\/uploads\/2011\/10\/scad-distributed-app.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=796"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/796\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/799"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.akademiautomasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}